Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Agustus 2019•Update: 12 Agustus 2019
Mehmet Nuri Ucar, Cihad Nasr
TRIPOLI
Khalifa Haftar, pemimpin pasukan Libya timur, menerima permintaan PBB untuk gencatan senjata di Ibu Kota Tripoli selama hari raya Idul Adha.
Ahmad al-Mesmari, juru bicara pasukan Haftar, mengatakan pada konferensi pers di Kota Benghazi bahwa komandan Haftar menerima permintaan PBB pada Sabtu dan memerintahkan pasukannya untuk menghentikan semua serangan terhadap Tripoli hingga 12 Agustus.
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya juga sepakat untuk melakukan gencatan senjata.
Pada 29 Juli, Ghassan Salame, perwakilan khusus sekretaris jenderal PBB, mengusulkan gencatan senjata antara pihak-pihak yang berseteru di Libya selama Idul Adha.
Turki dan Uni Eropa menyambut baik ajakan tersebut dan menyuarakan dukungan untuk usulan Salame.
Sejak awal April, pasukan pimpinan Khalifa Haftar, yang bermarkas di Libya Timur, mengumumkan kampanye untuk mengambil alih Tripoli dari pasukan pemerintah yang diakui oleh PBB (GNA).
Menurut WHO, bentrokan antara kedua pihak telah menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas dan sekitar 5.500 lainnya terluka.
Libya dilanda gejolak sejak 2011 ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan tewasnya Muammar Khaddafi yang telah berkuasa selama lebih dari empat dekade.
Krisis politik negara itu telah menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing, satu di Tobruk yang dipimpin oleh Haftar dan satu lagi di Tripoli yang diakui PBB.