Sibel Morrow
29 Agustus 2023•Update: 31 Agustus 2023
ANKARA
Harga minyak turun pada Selasa karena kehati-hatian investor menjelang pengumuman data industri utama dari China, importir minyak terbesar di dunia, dan Amerika Serikat (AS), konsumen minyak terbesar di dunia.
Patokan internasional, minyak mentah Brent diperdagangkan pada USD83,73 per barel pada pukul 10.21 waktu setempat (07.21 GMT), turun 0,17 persen dari harga penutupan pada hari Senin sebesar USD83,87 per barel.
Harga patokan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada waktu yang sama pada USD79,95 per barel, turun 0,18 persen dari penutupan sesi sebelumnya dengan USD80,10 per barel.
Harga merosot pada awal perdagangan Asia karena para pelaku pasar menunggu laporan industri penting minggu ini untuk mengukur antisipasi permintaan.
Data terbaru dari Biro Statistik Nasional China (NBS) berdampak negatif terhadap ekspektasi dan memberikan tekanan pada harga.
Data menunjukkan penurunan pendapatan industri sebesar 15,5 persen antara bulan Januari dan Juli dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
NBS diperkirakan akan mengumumkan Purchasing Manager Index (PMI) resmi pada Kamis, dan jika laporan tersebut menandakan perlambatan lebih lanjut dalam aktivitas industri China, harga diperkirakan akan turun.
Sementara itu, Menteri Keuangan China Liu Kun pada Senin menjanjikan kebijakan fiskal yang lebih proaktif dan stimulus pemerintah lebih lanjut untuk mendukung perekonomian China yang merosot.
Pemerintah mengumumkan inisiatif pada akhir pekan untuk mendukung pasar saham negara yang tidak stabil dengan menerapkan sejumlah langkah untuk menarik investasi.
Investor juga menunggu data persediaan minyak mentah dari AS, yang akan memberikan informasi mengenai lintasan permintaan di negara tersebut.
Ancaman Badai Idalia, yang bergerak menuju Florida dan menimbulkan bahaya terhadap produksi minyak di sekitar Teluk Meksiko dengan kemungkinan pemadaman listrik, menahan penurunan harga lebih lanjut.
Presiden AS Joe Biden membuat deklarasi darurat untuk Florida mengenai badai tersebut pada Senin dan memberikan jaminan bahwa pemerintah federal akan sepenuhnya mendukung negara bagian tersebut dalam persiapan menghadapi badai dan dampaknya.
Badai Idalia diperkirakan mencapai pantai Florida pada Rabu pagi.