Rhany Chairunissa Rufinaldo
20 Februari 2019•Update: 20 Februari 2019
Said Amouri
YERUSALEM
erdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa mengumumkan bahwa Hongaria telah memutuskan untuk membuka perwakilan diplomatik di Yerusalem, menjadi salah satu dari segelintir negara yang mengikuti langkah AS mengakui kota itu sebagai ibu kota negara.
"Setelah upaya selama berbulan-bulan, kami telah membuat pencapaian yang sangat penting karena Hongaria telah memutuskan untuk membuka kantor diplomatik di Yerusalem," ujar Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantornya.
Netanyahu menambahkan bahwa Slovakia juga memutuskan untuk membuka pusat budayanya di Yerusalem, menyusul langkah serupa oleh Republik Ceko.
November lalu, Presiden Brazil Jair Bolsonaro mengumumkan niatnya untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Pada akhir 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi pemimpin pertama yang mengumumkan niatnya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, sebuah langkah yang memicu kecaman dari seluruh penjuru dunia.
Pada Mei 2018, AS melaksanakan keputusan itu dengan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Yerusalem menjadi poros konflik Timur Tengah selama puluhan tahun, di mana Palestina mengharapkan Yerusalem Timur pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.