Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 April 2020•Update: 14 April 2020
Yaman
Pemberontak Houthi di Yaman mengumumkan pada Senin bahwa mereka telah membebaskan lebih dari dua ribu orang tahanan untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) di wilayah yang mereka kuasai.
Kepala jaksa yang berafiliasi dengan kelompok pemberontak itu, Nabil al-Azani, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kelompok itu telah membebaskan 2.361 tahanan sejak pertengahan Maret sebagai bagian dari langkah pencegahan terhadap virus.
Dia menambahkan bahwa kriteria tertentu diterapkan pada mereka yang dibebaskan, termasuk yang sudah menjalani tiga perempat dari masa hukuman mereka dan berperilaku baik.
Sementara itu, pemerintah Yaman mengatakan telah membebaskan lebih dari 500 tahanan dari berbagai provinsi di seluruh negara yang dilanda perang, pada 1 April.
Pekan lalu, pihak berwenang mengkonfirmasi kasus infeksi Covid-19 pertama di negara itu. yakni di Provinsi Hadramout.
Infrastruktur Yaman, khususnya sistem perawatan kesehatannya, mengalami kerusakan parah akibat konflik enam tahun yang berkelanjutan antara pasukan pemerintah yang didukung oleh koalisi Arab Saudi dan pemberontak Houthi yang didukung Iran.
Menurut PBB, puluhan ribu warga Yaman, termasuk banyak warga sipil, diyakini terbunuh dalam konflik itu, sementara 14 juta lainnya berisiko kelaparan.
Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember lalu, virus korona telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah dan menewaskan lebih dari 114.000 orang.
- Ahmed Asmar berkontribusi pada laporan ini dari Ankara