Husameddin Salih, Rania Abu Shamala
10 April 2025•Update: 11 April 2025
ISTANBULKelompok Houthi mengumumkan pada hari Rabu (09/04) bahwa serangan udara AS di ibu kota Sanaa menyebabkan kerusakan parah pada Benteng Al-Qashla yang bersejarah.
Kementerian kebudayaan di bawah pemerintahan Houthi mengecam serangan malam itu.
Ia menganggap menargetkan benteng sejarah tersebut oleh AS sebagai “pelanggaran terhadap perjanjian internasional yang mengkriminalisasi serangan terhadap monumen bersejarah dan peradaban.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa serangan itu menyebabkan kerusakan signifikan pada benteng kuno, yang melambangkan simbolisme nasional dan budaya.
Hal ini menunjukkan “pentingnya bangunan bersejarah ini,” yang berada di puncak Gunung Nuqum dan merupakan salah satu bangunan bersejarah dan arsitektur paling menonjol di Yaman.
Pernyataan tersebut menyerukan kepada semua organisasi internasional yang peduli terhadap perlindungan warisan budaya “untuk menghentikan kejahatan tersebut, mengambil tindakan serius dan mendesak untuk melindungi warisan budaya, memikul tanggung jawab hukum dan moral mereka, dan mengutuk agresi terang-terangan yang menargetkan warisan budaya umat manusia secara keseluruhan.”
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah memerintahkan "tindakan militer yang tegas dan kuat" terhadap Houthi dan kemudian mengancam akan "memusnahkan mereka sepenuhnya.”
Houthi telah menargetkan kapal-kapal yang melewati Laut Merah dan Laut Arab, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden sejak November 2023 sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Jalur Gaza, tempat Israel telah menewaskan lebih dari 50.000 orang.
Kelompok tersebut menghentikan serangan ketika gencatan senjata di Gaza dideklarasikan pada bulan Januari antara Israel dan kelompok Palestina Hamas, tetapi melanjutkannya setelah serangan udara Israel di daerah kantong itu bulan lalu.