Muhammad Abdullah Azzam
06 Agustus 2018•Update: 07 Agustus 2018
Hamdi Yıldız
YAMAN
Sekitar 100 tentara Yaman telah terbunuh, terluka atau ditawan oleh kelompok pemberontak Houthi di desa Duraihimi, provinsi Al-Hudaydah.
Juru bicara Brigade Amalika yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman, Abdullah al-Shabi, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa kelompok Houthi telah membunuh atau menawan sekitar 100 tentara Yaman di provinsi Al-Hudaydah sejak Minggu kemarin.
Al-Shabi mengatakan bahwa tiga satuan Brigade Amalika telah dikepung di desa Duraihimi, sebelah selatan Al-Hudaydah oleh milisi Houthi dukungan Iran.
Al-Shabi menyebut bahwa pasukan tersebut tak dapat membuat taktik perang yang baik sehingga mengalami kekalahan.
Sangat sulit, kata Al-Shabi, untuk memperoleh informasi rinci terkait jumlah dan kondisi para tentara di sana. “Houthi telah mengambil kendali seluruh wilayah itu,” tambah dia.
Kekalahan ini merupakan kekalahan terbesar yang dialami pasukan Yaman sejak operasi militer yang digelar untuk mengambil alih provinsi Al-Hudaydah dan pelabuhannya dari kendali kelompok Houthi pada Desember 2017 lalu.
Di sisi lain, melalui sebuah pernyataan, milisi Houthi menuturkan, lebih dari 150 tentara tewas atau terluka atau ditawan dalam pengepungan itu.
Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa 10 kendaraan militer milik tentara Yaman telah dihancurkan.
Pasukan Yaman pada Selasa lalu melancarkan operasi militer terhadap kelompok Houthi di desa Duraihimi.
Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi.
Menurut PBB, perang saudara Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 jiwa dan menyebabkan lebih dari 11 persen dari keseluruhan populasi mengungsi.