Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Dana Moneter Internasional (IMF) pada Rabu menyetujui paket dana talangan senilai USD6 miliar untuk Pakistan yang sedang mengalami kesulitan keuangan.
"Pinjaman tiga tahun itu disetujui oleh dewan eksekutif IMF di Washington untuk mendukung rencana ekonomi Pakistan, yang bertujuan mengembalikan pertumbuhan berkelanjutan ke ekonomi negara itu dan meningkatkan standar hidup," kata juru bicara IMF Gerry Rice di Twitter.
Pinjaman ini akan diberikan secara bertahap dalam 39 bulan ke depan dengan syarat kinerja Islamabad akan ditinjau oleh IMF setiap tiga bulan.
Harian Inggris Dawn melaporkan bahwa tahap pertama pinjaman sebesar USD1 miliar telah dicairkan.
Menurut IMF, Pakistan akan menerima USD2 miliar setiap tahunnya di bawah skema Extended Fund Facility (EFF).
Dalam sebuah tulisan di media sosial, Menteri Keuangan Pakistan Dr Abdul Hafeez Shaikh juga mengkonfirmasi perkembangan tersebut.
"Program kami mendukung pertumbuhan berbasis luas dengan mengurangi ketidakseimbangan dalam ekonomi. Pengeluaran sosial telah diperkuat untuk sepenuhnya melindungi segmen yang rentan," cuit Shaikh.
Kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan tingkat staf tentang skema AFF sekitar USD6 miliar pada Mei tahun ini.
Berdasarkan perjanjian tersebut, pemerintah tidak akan lagi mengontrol nilai Dolar terhadap Rupee (mata uang Pakistan), yang sebaliknya, akan ditangani oleh pasar terbuka.
Selain itu, pemerintah akan mulai membatalkan pengecualian dalam berbagai pajak sebesar sekitar Rs 350 miliar dalam anggaran 2019-2020, lansir harian lokal Pakistan Today.
Kedua pihak juga sepakat bahwa Pakistan akan meningkatkan biaya listrik dan gas untuk konsumen dalam anggaran berikutnya.
Bergulat dengan defisit transaksi berjalan kolosal sebesar USD18 miliar, pemerintahan Perdana Menteri Imran Khan mendekati IMF untuk mendapatkan dana talangan pada Agustus tahun lalu.
Hal itu dilakukan di tengah pergantian dalam internal tim keuangannya, yang gagal menahan peningkatan defisit transaksi berjalan, defisit anggaran dan penurunan tingkat pertumbuhan dari devaluasi tajam Rupee terhadap Dolar dalam 10 bulan terakhir.
Pemerintah baru-baru ini menunjuk seorang staf IMF sebagai Gubernur Bank Negara Pakistan, sebuah langkah yang oleh oposisi dipandang sebagai pengalihdayaan ekonomi ke IMF.
Baru-baru ini, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) juga telah mengumumkan akan memberikan dana talangan masing-masing USD6 miliar untuk Pakistan.
Utang luar negeri Islamabad saat ini mencapai hampir USD100 miliar, di mana sebagian besar dipinjam dari Bank Dunia, IMF, Bank Pembangunan Asia, Bank Pembangunan Islam, Amerika Serikat, China, Prancis, dan negara-negara lain.
Negara nuklir Asia Selatan itu mengaku telah mengalami kerugian sebesar USD100 miliar dolar sejak 2002 setelah bergabung dengan perang melawan terorisme yang dipimpin AS.
news_share_descriptionsubscription_contact


