Erric Permana
10 Februari 2021•Update: 11 Februari 2021
JAKARTA
Indonesia mengapresiasi keputusan pertemuan darurat Liga Arab pada 8 Februari lalu di Kairo, Mesir terkait nasib Palestina.
Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi di Amman pada Selasa malam waktu Indonesia.
Marsudi menyatakan pertemuan darurat itu menunjukkan dukungan kuat Liga Arab terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Marsudi menyatakan berencana untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Palestina pada Rabu.
"Dukungan Indonesia untuk perjuangan Palestina tidak tergoyahkan," jelas Marsudi dalam pernyataan pers bersama Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi usai bertemu pada Selasa malam.
"Indonesia berharap tahun ini menjadi tahun yang lebih baik bagi upaya untuk mendapatkan langkah maju yang signifikan dalam mencapai solusi yang langgeng dan adil bagi masalah Palestina," tambah dia.
Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan telah menyampaikan hasil pertemuan Liga Arab yang menunjukkan hasil positif serta kekompakan negara anggota kepada Menlu Indonesia.
Dia menyebut permasalahan Palestina harus selalu menjadi prioritas dibandingkan isu kawasan negara-negara Arab.
Upaya yang dilakukan, kata Ayman, harus terus diperluas agar mencapai penyelesaian 'solusi dua negara'.
Sebelumnya, Dewan Menteri Luar Negeri Liga Arab pada Senin mendesak Israel untuk segera melanjutkan proses perdamaian dengan Palestina.
Menurut kantor berita resmi Mesir MENA, para menteri Arab menekankan kepatuhan negara-negara Arab pada solusi dua negara, yang mewujudkan negara Palestina merdeka dan berdaulat.
Pernyataan itu muncul setelah pertemuan darurat di markas besar Liga Arab di Kairo yang dipimpin oleh Mesir untuk membahas situasi Arab dan mendukung perjuangan Palestina.
Mereka meminta Israel untuk menanggapi Inisiatif Perdamaian Arab dengan segera melanjutkan negosiasi perdamaian berdasarkan referensi internasional dan inisiatif yang mengamankan kepentingan semua pihak.
Inisiatif Perdamaian Arab, juga dikenal sebagai "Inisiatif Saudi", adalah proposal yang diadopsi oleh Liga Arab pada pertemuan puncak di Beirut pada 2002.
Inisiatif tersebut menetapkan pembentukan negara Palestina yang diakui secara internasional di perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Itu merupakan solusi yang adil untuk masalah pengungsi Palestina dan penarikan Israel dari Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki dan tanah yang masih diduduki di Lebanon selatan, sebagai imbalan untuk pengakuan negara-negara Arab atas Israel dan normalisasi hubungan.