08 Juli 2017•Update: 09 Juli 2017
Erric Permana
JAKARTA
Hari ketiga di Jerman, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Hotel Steigenberger, Hamburg, Jerman, Sabtu.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan peningkatan kerja sama di sektor ekonomi dan penanggulangan terorisme.
Presiden mengatakan bahwa Belanda merupakan salah satu mitra terpenting perdagangan dan investasi Indonesia di Eropa. Namun dalam beberapa tahun ini, angka perdagangan kedua negara menunjukkan tren menurun.
"Harapan saya, tren ini akan berbalik menjadi positif," kata Presiden.
Presiden meyakini apabila negosiasi Indonesia-EU CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) selesai, perdagangan bilateral pun akan meningkat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga membahas kerjasama penanganan terorisme. Presiden mencatat semakin maraknya radikalisme dan aksi-aksi terorisme di berbagai wilayah dunia, termasuk di Asia dan Eropa.
"Serangan dan pendudukan kota Marawi menjadi wake–up call bagi kita semua tentang semakin tingginya bahaya terorisme," ucap Presiden.
Kepala Negara juga mengingatkan bahwa masalah financing merupakan masalah yang cukup serius. Oleh karenanya, Indonesia dan Belanda harus meningkatkan kerjasama untuk menghentikan pendanaan bagi gerakan radikal.