Erric Permana
15 November 2018•Update: 16 November 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu bersama Menteri Pertahanan Malaysia Haji Mohamad bin Sabu membahas kerja sama penyelesaian permalasahan perbatasan di Bali Kamis.
Pertemuan itu dilakukan dalam Sidang General Border Committee Malaysia Indonesia (GBC Malindo) ke-41 Tahun 2018.
Sidang GBC Malindo merupakan forum rutin tahunan sebagai salah satu sarana untuk memfasilitasi dialog kedua negara khususnya dalam memajukan interaksi kerja sama di wilayah perbatasan. Sebelumnya, Sidang GBC Malindo ke-40 dilaksanakan tahun lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.
Menhan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan di wilayah perbatasan kedua negara masih terdapat permasalahan yang masih belum terselesaikan.
Sebab itu dibutuhkan kerja sama untuk mencari solusi.
Isu-isu keamanan juga kata dia masih tetap memerlukan perhatian dan peningkatan usaha bersama kedua negara khususnya dalam mencegah dan mengatasi isu-isu keamanan yang bersifat trans-nasional.
"Wilayah perbatasan adalah wilayah terdepan kedua negara yang sangat rawan. Untuk itu, forum GBC Malindo juga mempunyai peran penting untuk mengatasi perpindahan illegal termasuk narkoba, pergerakan kelompok teroris, kelompok radikal dan sebagainya," ujar Ryamizard.
Menurut Menhan RI, sejauh ini forum kerja sama Malindo telah mengalami banyak kemajuan dengan hasil-hasil yang konkrit dan dirasakan manfaatnya, baik dalam mengatasi permasalahan keamanan di wilayah perbatasan, maupun dalam memajukan dan meningkatkan kesejahteraan.
“Manfaat dari kerja sama ini dapat kita rasakan dengan terpeliharanya hubungan antar pemerintah juga hubungan antar masyarakat kedua negara yang semakin erat”, ungkap Menhan RI.
Kinerja forum GBC Malindo yang terus meningkat juga ditunjukkan dari jumlah dan jenis aktivitas di berbagai bidang.
Prestasi yang telah dicapai ini diharapkan menjadi modalitas utama untuk menyongsong masa depan yang lebih baik bagi kedua negara.