Muhammad Abdullah Azzam
22 Agustus 2020•Update: 23 Agustus 2020
Rabia Iclal Turan
ANKARA
Inggris mendukung upaya Jerman untuk mencoba merundingkan solusi politik atas eksplorasi energi dan batas maritim di Mediterania Timur, kata menteri pertahanan Inggris pada Jumat.
“Saya sudah menawarkan dukungan saya kepada rekan-rekan Jerman saya, untuk memastikan kami memberikan hasil yang baik untuk itu,” kata Ben Wallace dalam konferensi pers bersama dengan rekan sejawatnya dari Jerman dan Prancis di Saarland, Jerman.
Wallace juga mengatakan bahwa mereka melakukan "diskusi yang baik" tentang Mediterania Timur dan masalah seputar supremasi hukum, kebebasan navigasi, dan mengakui berbagai masalah yang dipertaruhkan di wilayah tersebut.
Para pemimpin Jerman dan Prancis pada Kamis menyerukan penurunan ketegangan di Mediterania Timur, dan berjanji untuk mendukung upaya diplomatik untuk menyelesaikan sengketa perbatasan laut antara Yunani dan Turki.
Kanselir Jerman Angela Merkel mengulangi seruannya pada Yunani dan Turki untuk melanjutkan pembicaraan langsung guna menyelesaikan perselisihan lama mereka, dan mengatakan Berlin dan Paris akan meningkatkan kerja sama mereka untuk memfasilitasi solusi diplomatik.
Upaya diplomatik Merkel untuk mediasi antara Turki dan Yunani sangat dirusak awal bulan ini ketika Macron mengumumkan bahwa Prancis akan mengirim kapal perang ke wilayah tersebut untuk mendukung Yunani.
Langkah Macron semakin meningkatkan ketegangan di Mediterania Timur.
Namun pada Kamis, selama konferensi pers, Macron menggarisbawahi pentingnya inisiatif diplomatik Merkel, dan mengatakan Paris akan mendukung upaya Berlin.
Turki menuduh Yunani menerapkan kebijakan maksimalis di Mediterania Timur dan menggarisbawahi bahwa klaim maritimnya melanggar hak kedaulatan Turki, negara yang memiliki garis pantai terpanjang di wilayah tersebut.
Setelah Yunani dan Mesir menandatangani kesepakatan pembatasan maritim yang kontroversial awal bulan ini, Ankara melanjutkan eksplorasi energi di Mediterania Timur di area dalam landas kontinen negara itu.