Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 Oktober 2018•Update: 23 Oktober 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Inggris, Prancis dan Jerman mengutuk pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada Minggu.
Dalam pernyataan oleh Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt dan sejawatnya dari Prancis dan Jerman Jean-Yves Le Drian dan Heiko Maas, masing-masing mengatakan bahwa kematian sadis Khashoggi di dalam gedung Konsulat Saudi di Istanbul telah dikhawatirkan selama beberapa hari, tetapi konfirmasinya masih tetap menjadi sebuah kejutan.
"Tidak ada yang bisa membenarkan pembunuhan ini dan kami mengutuknya sekeras mungkin," kata dia.
Pernyataan itu berlanjut dengan mengatakan bahwa membela kebebasan berekspresi dan pers adalah prioritas utama bagi Inggris, Prancis dan Jerman.
Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa mengancam, menyerang atau membunuh wartawan adalah perbuatan yang tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun.
Menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Khashoggi, tunangan dan teman-temannya, para menteri luar negeri tersebut mengatakan mereka memperhatikan pernyataan Saudi yang telah menyampaikan temuan awal mereka.
"Namun masih ada kebutuhan mendesak untuk mengklarifikasi apa yang terjadi pada 2 Oktober, di luar hipotesis yang telah diajukan sejauh ini dalam penyelidikan Saudi yang perlu didukung oleh fakta-fakta untuk dianggap kredibel," kata pernyataan itu.
Khashoggi terakhir terlihat pada 2 Oktober ketika dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.
Setelah beberapa hari menyangkal bahwa mereka mengetahui keberadaannya, Arab Saudi pada Sabtu mengklaim bahwa Khashoggi meninggal dalam perlawanan di dalam konsulat.
“Dengan demikian kami menekankan bahwa dibutuhkan dan diharapkan lebih banyak upaya untuk membangun kebenaran secara komprehensif, transparan dan kredibel,” kata pernyataan itu.
"Pada akhirnya kami akan membuat penilaian kami berdasarkan kredibilitas penjelasan lebih lanjut yang kami terima tentang apa yang terjadi dan kami percaya bahwa peristiwa memalukan seperti itu tidak bisa dan tidak akan pernah terulang kembali," tambahnya.
Tiga menteri luar negeri itu juga menyerukan penyelidikan harus dilakukan secara menyeluruh sampai tanggung jawab jelas ditetapkan dan bahwa ada akuntabilitas dan proses hukum yang setimpal untuk setiap kejahatan yang dilakukan.