Astudestra Ajengrastrı
06 September 2018•Update: 06 September 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Jaksa penuntut Inggris pada Rabu menyebut dua warga negara Rusia sebagai tersangka serangan agen-saraf di Salisbury yang menargetkan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia Skripal awal tahun ini.
Crown Prosecution Service (CPS) berkata Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov dicari atas tuduhan konspirasi untuk membunuh Sergei Skrpal dan percobaan pembunuhan atas Yulia Skripal dan petugas polisi Nick Bailey.
Divisi Kontra Terorisme CPS "telah mempertimbangkan bukti-bukti dan menyimpulkan ada cukup bukti untuk mendapatkan putusan pengadilan yang realistis, dan jelas pendakwaan terhadap Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov, keduanya warga Rusia, merupakan kepentingan publik," ujar Sue Hemming, direktur legal CPS, melalui sebuah pernyataan.
Tuduhan kepada Petrov dan Ruslan termasuk "menggunakan dan memiliki Novichok yang bertentangan dengan Pakta Sejata Kimia" dan "menyebabkan kesakitan fisik yang parah kepada Yulia Skripal dan Nick Bailey."
Sergei Skripal, 66 tahun, dan putrinya dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan tak sadarkan diri pada 4 Maret di Salisbury. Setelah beberapa bulan dirawat, mereka diperbolehkan keluar dari Rumah Sakit Daerah Salisbury.
Dalam insiden lain, otoritas Inggris berkata agen saraf yang sama menewaskan seorang wanita dan membuat seorang pria sakit keras di Amesbury.
Dawn Sturgess, 44 tahun, jatuh sakit pada 30 Juni setelah memegang benda yang terkontaminasi dengan agen saraf dan dibawa ke rumah sakit. Partnernya, Charlie Rowley, 45 tahun, juga terekspos pada agen saraf yang sama dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Polisi Metropolitan melanjutkan penyelidikan pembunuhan di Sturgess ini.
'Tindakan yang sakit dan tercela'
Mengatakan serangan agen saraf ini sebagai "tindakan yang sakit dan tercela", Perdana Menteri Theresa May berkata polisi kini secara formal mengatakan bahwa insiden di Salisbury dan Amesbury berkaitan.
Dia berkata kepada anggota parlemen bahwa penyelidikan polisi menunjukkan para tersangka menyamarkan agen saraf yang berbahaya ini dalam sebuah botol parfum dan menyelundupkannya masuk ke Inggris.
Dia berkata, "kedua orang yang disebutkan oleh polisi dan CPS adalah anggota badan intelijen militer Rusia, yang dikenal sebagai GRU".
May berkata, jika kedua tersangka tersebut meninggalkan Rusia, Inggris akan berusaha menangkap mereka, menambahkan bahwa surat penangkapan internasional telah dikeluarkan.
Dia menambahkan, tindakan GRU adalah "ancaman besar semua sekutu dan warga kami" dan "kita harus melakukan usaha bersama untuk melawannya."
May berkata Inggris berbagi intelijen dengan sekutu-sekutunya tentang hasil investigasi ini.
Asisten Komisioner Polisi Metropolitan Neil Basu berkata sangat mungkin kedua tersangka bepergian menggunakan nama alias dan Petrov dan Boshirov bukan nama asli mereka.
Basu berkata para tersangka tiba di Bandara Gatwick London dari Moskow dua hari sebelum serangan terjadi dan pergi ke Salisbury. Mereka meninggalkan London menuju ibu kota Rusia sesaat setelah membubuhkan racun Novichok di pintu depan rumah Skripal.
Dari gambar CCTV yang didapatkan dari penyelidikan, Basu berkata para tersangka diperkirakan berusia sekitar 40 tahun.
Sergei Skripal diberikan suaka oleh Inggris setelah program pertukaran mata-mata antara AS dan Rusia pada 2010. Sebelum pertukaran ini, dia dipenjara selama 13 tahun karena membocorkan informasi kepada intelijen Inggris.
Rusia melewati tenggat waktu yang ditetapkan oleh London untuk menjelaskan mengapa agen saraf kelas-militer bisa dipakai dalam serangan itu.
Insiden ini mengingatkan pada kematian mantan agen KGB pada 2006, Alexander Litvinenko, yang tewas setelah meminum teh yang dibubuhi bahan radioaktif. Mantan penjaga KBG yang dijadikan tersangka dalam kasus ini menyangkal keterlibatannya.
Sebanyak 121 diplomat Rusia dari seluruh dunia diusir setelah kasus Salisbury, menyusul London yang menendang 23 diplomat Rusia dari Inggris.
NATO dan UE mendukung Inggris dan mengutuk serangan ini.