Astudestra Ajengrastrı
15 Agustus 2018•Update: 15 Agustus 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Seorang pria ditahan atas "dugaan terorisme" setelah sebuah mobil menabrakkan diri ke pagar pembatas di luar Gedung Parlemen di London kemarin, kata polisi pada Selasa.
Polisi bersenjata lengkap mengevakuasi tempat kejadian perkara setelah insiden terjadi pada pukul 07.30 pagi waktu setempat, kata Neil Basu, asisten komisioner untuk kontraterorisme.
Basu berkata sebuah kendaraan berwarna perak sengaja menabrak pagar pelindung setelah sebelumnya menyerempet pejalan kaki dan pesepeda.
"Dua orang dilarikan ke rumah sakit," ujar Basu kepada wartawan di depan Scotland Yard.
Salah satu korban luka sudah diperbolehkan pulang tetapi satu korban lainnya masih dirawat di rumah sakit, menurut Basu.
"Kami menangani kasus ini sebagai insiden teror," imbuh dia.
Pria yang ditangkap itu, kata Basu, menolak untuk bekerja sama. Identitasnya hingga kini belum dibuka.
Basu menekankan bahwa saat ini belum ada info intelijen atas serangan lanjutan di Inggris, namun meminta informasi atau rekaman yang berkaitan dengan insiden pagi hari lalu diserahkan kepada polisi.
"Pikiran saya bersama mereka yang terluka dalam insiden Wesminster dan terima kasih untuk layanan gawat darurat atas respons mereka yang cepat dan berani," cuit Perdana Menteri Theresa May.
Pemerintah berkata akan mengadakan rapat khusus tentang keamanan nasional pada Selasa siang.
Sementara itu, Polisi Transportasi Inggris berkata mereka telah "meningkatkan patroli di Inggris, Skotlandia, dan Wales."
Pagar-pagar pengaman telah didirikan sebagai bagian dari pengamanan di sekitar gedung parlemen setelah serangan teror tahun lalu yang menewaskan lima orang dan melukai hingga 50 lainnya.
Seorang teroris membunuh empat orang di Jembatan Westminster pada Maret 2017, melindas para pejalan kaki dan menikam seorang petugas polisi yang sedang bertugas jaga di depan gedung parlemen.
Turki pada Selasa mengutuk serangan itu.
Melalui sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri berkata, "Kami turut berduka atas insiden serangan mobil di depan Gedung Parlemen di London, yang mengakibatkan beberapa orang terluka.
"Kami mengutuk keras serangan keji yang menargetkan orang-orang tak bersalah ini. Kami mendoakan supaya korban-korban yang terluka segera pulih."