Burak Bir
06 September 2023•Update: 26 September 2023
LONDON
Inggris menetapkan perusahaan tentara bayaran Rusia Wagner Group sebagai “organisasi teroris” terlarang, kata perdana menteri Inggris pada Rabu.
Perdana Menteri Rishi Sunak telah mengkonfirmasi bahwa Inggris melarang Wagner Group "hari ini", yang berarti menjadi anggota atau mendukung kelompok tersebut adalah ilegal.
“Benar bahwa saat ini kami melarang kelompok tersebut karena apa adanya – sebuah organisasi teroris,” kata Sunak di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Menuduh kelompok tersebut melakukan “penyiksaan, pencurian dan aksi barbarisme,” Sunak mengatakan bahwa tindakan tersebut “mengancam demokrasi dan kebebasan di seluruh dunia.”
Ben Wallace, menteri pertahanan Inggris yang baru dilantik, pada Rabu pagi mengatakan bahwa dia “senang” dengan keputusan tersebut.
Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman mengatakan pada Selasa malam bahwa Wagner adalah orang-orang yang "keras dan merusak", menurut laporan media lokal.
“Aktivitas Wagner yang terus menerus mendestabilisasi hanya akan terus memenuhi tujuan politik Kremlin… Mereka adalah teroris, jelas dan sederhana – dan perintah pelarangan ini memperjelas hal ini dalam hukum Inggris,” tambah dia.
Nama kelompok tersebut kini akan ditambahkan ke daftar kelompok atau organisasi teroris terlarang di Inggris.
Bulan lalu, mengutip orang dalam pemerintah, Financial Times melaporkan bahwa Inggris akan mencantumkan Grup Wagner ke dalam daftar organisasi teroris “dalam beberapa minggu” sebagai bagian dari tindakan keras baru terhadap jaringan tentara bayaran Rusia.
Grup Wagner didirikan pada 2014 oleh Yevgeny Prigozhin, yang meninggal dalam kecelakaan pesawat pada 23 Agustus.
Pada bulan Juni ini kelompok tersebut melancarkan pemberontakan jangka pendek melawan pemerintah Rusia, bergerak menuju Moskow sebelum mereka mengerahkan pasukannya.