Muhammad Abdullah Azzam
05 Maret 2019•Update: 05 Maret 2019
Haydar Karaalp
BAGHDAD
Menteri Listrik Irak Luay al-Khatib mengatakan bahwa negaranya akan mengimpor listrik dari Iran hingga akhir 2019.
"Impor listrik kami dari Iran adalah keadaan sementara. Hal tersebut akan berlanjut hingga akhir tahun, hingga ada yang berinvestasi dalam gas untuk produksi listrik," kata Menteri Irak itu usai menghadiri pertemuan mengenai ekonomi di Baghdad.
Terkait pembayaran hutang layanan listrik negaranya ke Iran, al-Khatib hanya menukas bahwa kedua negara telah membuat persetujuan dalam sistem perbankan.
Akibat peperangan dan konflik yang berkepanjangan selama bertahun-tahun yang mengakibatkan hancurnya infrastruktur listrik, Irak pun akhirnya mengimpor listrik dari Iran.
Diperlukan 23 ribu megawatt per-jam listrik untuk mencegah pemadaman listrik di Irak. Sering terjadi pemadaman listrik di negara itu yang mana suhu udara di musim panas mencapai 50 derajat.