Muhammad Abdullah Azzam
25 Maret 2019•Update: 26 Maret 2019
İdris Okuducu
ISTANBUL
Parlemen Irak melakukan rapat luar biasa setelah Perdana Menteri Adil Abdul Mahdi menyerukan kepada majelis untuk mengeluarkan kebijakan penutupan markas kelompok militer tak resmi di Mosul.
Abdul Mahdi melakukan seruan itu usai berkunjung ke provinsi Mosul tiga hari yang lalu.
Dalam rapat luar biasa itu, para anggota parlemen menyetujui penutupan semua markas militer non-resmi di Mosul tanpa memandang siapa mereka.
Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan yang akan menyatukan semua milisi militer dalam satu atap komando dan menempatkan mereka di seluruh daerah di Mosul.
Tentara Irak, kelompok-kelompok bersenjata Hashdi Shabi yang terhubung dengan kantor Perdana Menteri Irak, pasukan Peshmerga yang berafiliasi dengan Pemerintah Daerah Kurdi Irak serta milisi organisasi teroris PKK diketahui aktif di Mosul.