Mustafa Melih Ahishali
07 Mei 2018•Update: 08 Mei 2018
Mustafa Melih Ahishali
IRAN
Presiden Iran Hassan Rouhani pada Minggu mengatakan AS akan "menyesal" bila mundur dari kesepakatan nuklir.
"Bila Amerika Serikat memilih keluar dari JCPOA, Washington akan sangat menyesal," kata Rouhani kepada kerumunan penduduk di kota Sabzevar, timur laut Iran.
Berdasarkan kesepakatan itu, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), yang ditandatangani pada tahun 2015, AS dan negara-negara dunia lainnya sepakat mencabut beberapa sanksi ekonomi yang dijatuhkan terhadap Iran setelah negara itu setuju membatasi program nuklir mereka.
Presiden AS Donald Trump berulang kali mengatakan perjanjian itu adalah "salah satu negosiasi terburuk" yang pernah dilihatnya. Dia mengancam akan menarik AS keluar dari kesepakatan tersebut, dan harus membuat keputusan itu sebelum batas waktu 12 Mei.
Rouhani mengatakan Iran selama ini "menepati janji-janjinya".
"Namun kami secara gamblang mengatakan kepada seluruh dunia, Eropa, Amerika, Barat dan Timur kami tidak akan berbicara mengenai persenjataan dan pertahanan negara dengan siapa pun."
"Kami akan membangun dan menyimpan persenjataan dan rudal yang kami butuhkan. Pertahanan kami bukan urusan siapapun, kecuali penduduk Iran. Kami tidak akan berbicara tentang presisi [rudal] dan kekuatan pertahanan dengan siapa pun," terang Rouhani.