Marıa Elısa Hospıta
24 Januari 2020•Update: 24 Januari 2020
Muhammet Kursun
TEHERAN
Ancaman diplomat Amerika Serikat untuk membunuh pemimpin baru Pasukan Quds Iran dikecam oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
"Pernyataan oleh pejabat Departemen Luar Negeri AS jelas merupakan ancaman teror," tegas Abbas Mousavi pada Kamis.
"Setelah rezim Zionis [Israel], AS adalah rezim kedua yang secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah menggunakan sumber daya pemerintah dan angkatan bersenjatanya untuk aksi teror dan bahwa mereka akan terus melakukannya lagi di masa depan," kata dia lagi.
Kecaman Mousavi muncul setelah surat kabar Asharq al-Awsat merilis wawancara dengan Representatif Khusus AS untuk Iran Brian Hook.
Dalam wawancara tersebut, Hook mengancam akan membunuh Letnan Jenderal Esmail Qaani, penerus Jenderal Qasem Soleimani.
"Jika [Qaani] mengikuti jalan yang sama, yaitu membunuh orang-orang Amerika, maka dia akan menemui nasib yang sama. Selama bertahun-tahun, presiden telah menegaskan bahwa setiap serangan terhadap personel atau kepentingan Amerika di wilayah tersebut akan ditanggapi dengan respons yang setimpal. Jadi ini bukan ancaman baru," tegas Hook.
Qaani diangkat sebagai pimpinan Pasukan Quds setelah Soleimani terbunuh dalam serangan drone AS di Irak awal bulan ini.
*Ditulis oley Havva Kara Aydin