Maria Elisa Hospita
17 Januari 2018•Update: 17 Januari 2018
Ekip
YERUSALEM
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel-Aviv ke Yerusalem dalam kurun waktu satu tahun.
"AS kemungkinan akan memindahkan kedutaan besarnya lebih cepat dari yang diperkirakan orang-orang, yakni dalam kurun waktu setahun dari sekarang," kata Netanyahu kepada Israel Haaretz saat kunjungannya ke India.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memerintahkan pemindahan kedutaan besar AS ke kota suci tersebut.
Keputusan sepihak tersebut kemudian memicu kecaman dari negara-negara Arab dan Muslim, bahkan menyebabkan sedikitnya 16 orang tewas dalam bentrokan.
Pemerintah AS kemarin menyatakan akan membekukan bantuan sebesar USD65 juta untuk Palestina.
Yerusalem masih menjadi poros konflik Israel-Palestina, karena Yerusalem Timur dicita-citakan sebagai ibu kota negara Palestina di masa mendatang.