Megiza Soeharto Asmail
13 Juli 2018•Update: 13 Juli 2018
YERUSALEM
Pengadilan Israel pada Kamis memerintahkan pembebasan seorang pemuda Israel yang didakwa terlibat dalam serangan pembakaran tahun 2015 yang menewaskan tiga orang Palestina di Tepi Barat. Kala itu termasuk di antaranya seorang bayi berusia 18 bulan.
"Pengadilan Distrik Lod memerintahkan polisi untuk membebaskan seorang pemuda Israel berusia 17 tahun pada saat serangan itu dan telah ditahan selama lebih dari dua tahun," kata harian Israel Yeditoth Ahronoth.
"Terdakwa akan dibebaskan dari tahanan polisi dan ditempatkan di bawah tahanan rumah penuh," tambah surat kabar itu.
Pemuda tersebut menghadapi tuduhan melakukan pembunuhan berencana, bersama dengan serangkaian tuduhan lainnya.
Pada Juli 2015, pemukim Israel membakar rumah keluarga Tepi Barat Dawabsheh yang merenggut nyawa Saad dan Riham Dawabsheh serta anak mereka yang berumur 18 bulan.
Putra tertua mereka, Ahmed, 6, selamat dari serangan itu, tetapi menderita luka bakar parah yang sangat memengaruhi tubuhnya.
Insiden tersebut memicu kemarahan internasional pada saat itu. Keluarga Dawabsheh menuduh pemerintah Israel tidak adil dalam menuntut para tersangka meski ada pengakuan oleh pejabat Israel bahwa mereka tahu siapa yang bertanggung jawab.