Maria Elisa Hospita
24 Juli 2018•Update: 24 Juli 2018
Anees Suheil Barghouti
YERUSALEM
Otoritas Israel sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk mendeportasi migran Afrika dan pencari suaka ke Sudan dan Eritrea.
Harian Israel Haaretz pada Selasa mengungkapkan bahwa Menteri Dalam Negeri Arye Dery telah mengirimkan surat ke anggota parlemen (Knesset) Mossi Raz untuk memberitahukan bahwa kementerian telah merundingkan rencana deportasi pencari suaka Afrika.
"Kami membicarakan tentang situasi di Sudan dan Eritrea beserta segala implikasinya," tulis Dery.
Namun, Dery juga mengatakan bahwa kebijakan saat ini yang tidak mengharuskan pengungsi untuk meninggalkan Israel tetap berlaku karena "pada tahap ini, belum ada keputusan yang dibuat".
Dalam surat lain yang ditujukan ke Raz, Menteri Pariwisata Yariv Levin, mengatakan bahwa deportasi pencari suaka "sedang dipertimbangkan, tergantung pada situasi dan ancaman yang mereka hadapi".
Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri yang terlibat dalam masalah ini mengkonfirmasi adanya perundingan mengenai deportasi pencari suaka Afrika.
"Simpulannya adalah mereka tidak akan menetap di sini. Kami terus mencari solusi untuk mengeluarkan mereka dari sini. Kementerian luar negeri dan kantor perdana menteri Perdana Menteri sedang mengupayakan berbagai kemungkinan," jelas dia.
Pada bulan April, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah membatalkan kesepakatan dengan badan pengungsi PBB UNHCR terkait deportasi migran dan pencari suaka Afrika.
Berdasarkan kesepakatan itu, Israel akan mengirim 16.250 migran Afrika ke negara-negara barat, sementara ribuan lainnya akan diberi hunian sementara selama 5 tahun di Israel.
Menurut data UNHCR, Israel saat ini menampung sekitar 40.000 pencari suaka, termasuk 27.500 dari Eritrea dan 7.800 dari Sudan.
Sebagian besar dari mereka tiba di Israel - melalui Mesir - selama periode 2006-2013 sebelum pagar pembatas didirikan di sepanjang perbatasan Israel - Semenanjung Sinai di Mesir.
HRM, sebuah LSM Israel yang berbasis di Tel Aviv, mengungkapkan bahwa sebagian besar migran dan pencari suaka terkonsentrasi di selatan Tel Aviv.
Sejak tahun 2012, Israel telah mendeportasi sekitar 20.000 migran Afrika dan pencari suaka yang memasuki negara itu secara ilegal.