Eshat Fırat
07 Maret 2018•Update: 08 Maret 2018
Eshat Fırat
RAMALLAH
Otoritas Israel memberlakukan larangan perjalanan ke luar negeri kepada simbol perlawanan Palestina Fawzi al-Juneidi yang berusia 16 tahun, dengan alasan keamanan.
Paman al-Juneidi, Reshad al-Juneidi, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa keponakannya pada Kamis lalu telah menunggu selama delapan jam saat akan melakukan perjalanan ke Yordania melalui gerbang perbatasan jembatan Raja Hussein (Allenby) dari Tepi Barat yang diduduki.
Namun setelah menunggu selama delapan jam di perbatasan, tentara Israel memberitahu bahwa ia tak diizinkan meninggalkan Palestina karena alasan keamanan.
Paman al-Junaidi menyampaikan bahwa al-Junaidi pada 7 Desember tahun lalu pergi ke Turki bersama ayahnya untuk menadapatkan pengobatan tulang bahunya yang retak karena dipukuli selama ditahan oleh tentara Israel.
Pada 7 Desember 2017, al-Juneidi ditahan oleh sejumlah tentara Israel dengan mata tertutup dan diseret di Kota Hebron, Tepi Barat.
Setelah ditahan selama 21 hari, al-Juneidi dibebaskan dengan jaminan pada 28 Desember 2017.
Penangkapan Al-Juneidi terjadi pada saat wilayah pendudukan Palestina bergolak karena aksi-aksi unjuk rasa menentang keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan mengumumkan rencana memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke kota yang diperebutkan tersebut.
Aksi AS ini memicu protes luas di daerah pendudukan Palestina dan beberapa negara lain, termasuk kecaman dari negara-negara Arab dan Muslim sedunia.