07 September 2017•Update: 10 September 2017
Kaamil Ahmed
YERUSALEM
Tentara Suriah menuding Israel menyerang sebuah pangkalan militer, yang dilaporkan digunakan untuk memproduksi senjata kimia, Kamis.
Dalam sebuah pernyataan, tentara Suriah mengatakan dua tentara mereka tewas setelah pesawat tempur di wilayah udara Lebanon menembakkan rudal ke fasilitas tersebut di wilayah barat laut Masyaf.
Pemerintah Amerika Serikat telah menuding Pusat Penelitian dan Kajian Ilmiah Suriah (SSRC) di Masyaf memproduksi senjata kimia yang diduga digunakan oleh pemimpin rezim Bashar al-Assad untuk menyerang warga sipil Suriah, dan menyebabkan 271 pegawainya dikenai sanksi oleh AS pada awal tahun ini.
"Serangan tadi malam menarget sebuah pusat penelitian militer Suriah untuk pengembangan dan pembuatan, salah satunya rudal presisi, yang akan memiliki peran signifikan dalam putaran konflik berikutnya," kata Amos Yadlin, mantan kepala intelijen militer dan jenderal angkatan udara Israel, lewat Twitter-nya.
Ia menambahkan, "Sasaran serangan udara tersebut adalah fasilitas militer di Masyaf yang memproduksi senjata kimia dan bom laras yang telah menewaskan ribuan warga sipil Suriah.
Israel tidak berkomentar mengenai operasi di Suriah, namun sebelumnya politikus telah mengkonfirmasi bahwa angkatan udara telah melancarkan serangan di negara tetangga, yang bertujuan untuk menghentikan pengiriman senjata ke milisi Hizbullah Lebanon.