Maria Elisa Hospita
22 November 2018•Update: 23 November 2018
YERUSALEM
Otoritas Israel menghancurkan puluhan bangunan milik warga Palestina di kamp pengungsi Shuafat pada Rabu.
Pemerintah Kota Yerusalem menginstruksikan penggusuran 20 toko di area kamp dengan dalih bahwa bangunan-bangunan tersebut dibangun tanpa izin.
Pada Selasa, otoritas Israel memberi tahu pemilik toko bahwa properti mereka akan segera dihancurkan.
Departemen Urusan Pengungsi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengecam penggusuran tersebut dan menuding Pemkot Yerusalem "menyulut perang" atas penghuni kamp.
Kepala departemen Ahmad Abu Holi bahkan menuding Pemerintah Kota Yerusalem berusaha mengubah karakter kamp untuk mengakhiri keberadaan Badan Bantuan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) dan layanan yang diberikannya.
"Pemerintah kota berusaha menempatkan Shuafat di bawah yurisdiksi kota, yang mana akan tunduk pada hukum kota dan tak lagi berada di bawah pengawasan UNRWA," kata dia.
Kamp pengungsi Shuafat merupakan rumah bagi sekitar 21.000 warga Palestina yang membawa kartu identitas Israel ke Yerusalem.
Bulan lalu, pemerintah kota mengumumkan rencana pengusiran UNRWA dari Yerusalem Timur yang diduduki.
Mereka menuduh badan pengungsi itu beroperasi secara ilegal dan mempromosikan "hasutan" terhadap Israel.
UNRWA, yang didirikan pada 1949, memberikan bantuan pokok bagi para pengungsi Palestina di Jalur Gaza yang diblokade, Tepi Barat yang diduduki Israel, Yordania, Lebanon, dan Suriah.