Maria Elisa Hospita
21 April 2020•Update: 22 April 2020
Mahmoud Barakat, Zain Khalil
YERUSALEM
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemimpin oposisi Benny Gantz sepakat untuk membentuk pemerintah persatuan.
Netanyahu, ketua Partai Likud, dan Gantz, ketua Partai Biru dan Putih, akhirnya setuju untuk membentuk pemerintahan setelah tiga pemilihan umum ulang.
Kesepakatan itu ditandatangani setelah tercapainya mufakat mengenai pembentukan komite parlementer yang terkait dengan penugasan hakim.
Surat kabar Yedioth Ahronoth menyebutkan bahwa kesepakatan itu dieken untuk membentuk "pemerintah darurat".
Baik Netanyahu dan Gantz akan bergiliran memimpin Kabinet. Netanyahu akan memimpin selama 18 bulan pertama.
Israel telah menghadapi krisis politik sejak April 2019 karena pemilu gagal menghasilkan koalisi. Tiga pemilu berikutnya pun tak membuahkan hasil.
Tenggat waktu yang diberikan oleh Presiden Israel Reuven Rivlin untuk membentuk pemerintahan gabungan berakhir pekan lalu, dan tugas itu kini dialihkan ke Knesset.
Di bawah hukum, seorang anggota Knesset mendapat 21 hari untuk membentuk pemerintahan dengan mayoritas 61 suara.
Jika tidak ada anggota yang mencapai target selama periode tersebut, Knesset ke-23 akan dibubarkan pada 7 Mei, dan pemilihan umum keempat akan digelar pada 4 Agustus.