Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 September 2018•Update: 12 September 2018
Abdelraouf Arnaout
YERUSALEM
Israel pada Selasa menyambut baik keputusan pemerintah AS baru-baru ini untuk menutup kantor Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington.
Departemen Luar Negeri AS mengumumkan keputusannya pada Senin, mengatakan kantor -- yang juga berfungsi sebagai kedutaan Palestina -- "akan ditutup pada saat ini".
Tindakan itu muncul sebagai pembalasan nyata bagi upaya pemimpin Palestina menuntut kejahatan yang diduga dilakukan oleh Israel ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC) yang berpusat di Den Haag.
Harian Times of Israel mengutip pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang berbunyi, "Banding Palestina terhadap ICC dan penolakan mereka terhadap perundingan dengan Israel dan AS bukanlah cara untuk mencapai perdamaian."
"Tindakan AS mengambil sikap yang jelas dalam masalah ini adalah hal yang baik," tambah pernyataan itu.
Penutupan kantor PLO terjadi tidak lama setelah AS mengakhiri semua pendanaan untuk UNRWA, badan pengungsi Palestina yang kekurangan uang.
Langkah ini juga dilakukan ketika pemerintah AS bersiap untuk mengungkapkan rencana perdamaian kontroversial Timur Tengah yang dikenal sebagai "Kesepakatan Abad Ini".
Pejabat Palestina, bagaimanapun, telah mengesampingkan peran Amerika dalam proses perdamaian sejak Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tahun lalu.
Yerusalem masih menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - pada akhirnya bisa berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina merdeka.