Muhammad Abdullah Azzam
16 Mei 2019•Update: 17 Mei 2019
Moustafa Maged Haboosh, Zeynep Hilal Karyağdı
GAZA
Tentara Israel setidaknya melukai 65 warga Palestina pada aksi damai “Great March of Return” di timur perbatasan Gaza.
Kementerian Kesehatan di Gaza merilis sebuah pernyataan tertulis, sedikitnya 65 warga Palestina menderita luka-luka akibat kekerasan tentara Israel terhadap warga Palestina yang melakukan aksi protes pada Rabu kemarin di perbatasan Gaza.
Otoritas Palestina mengumumkan bahwa di antara korban luka-luka tersebut terdapat lima wanita dan 22 anak-anak.
Selain itu, pernyataan pihak berwenang Palestina menyebut 16 orang terluka akibat tembakan senjata tajam, sementara sisanya mengalami luka-luka akibat terkena bom gas.
Puluhan ribu warga Palestina berkumpul di lima titik di sepanjang perbatasan Gaza, mereka melontarkan slogan-slogan untuk menuntut Israel menarik dari tanah air mereka.
Para demonstran juga mendesak Israel mengangkat blokade di Gaza.
Israel menyatakan kemerdekaannya di tanah Palestina pada 14 Mei 1948, setelah itu Israel memaksa rakyat Palestina untuk meninggalkan kampung halamannya pada 15 Mei 1948 silam.
Rakyat Palestina memperingati Hari Nakba setiap tanggal 15 Mei sebagai hari kehancuran atau hari malapetaka dimana kenangan buruk tentang pengusiran bangsa Palestina yang kemudian mendorong terbentuknya Negara Israel pada tahun 1948.
Sejak 30 Maret 2018 lalu warga Palestina melancarkan aksi damai “Great March of Return” di perbatasan Jalur Gaza-Israel.
Lebih dari 230 warga Palestina tewas dalam intervensi pasukan Israel terhadap demonstrasi damai sejak 30 Maret.
Sejak rentetan demonstrasi terakhir yang dilakukan warga Palestina dimulai pada akhir Maret, sejumlah nyawa demonstran telah melayang -- dan ribuan lainnya terluka -- oleh tentara Israel yang dikirim ke sepanjang wilayah yang bergejolak.
Secara terpisah, jet-jet tempur Israel menyerang para demonstran Palestina di sepanjang perbatasan Gaza.