Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 November 2019•Update: 05 November 2019
Baris Seckin
ROMA
Italia pada Minggu mengizinkan kapal penyelamat Jerman untuk menurunkan 88 migran gelap di Pelabuhan Taranto, lansir media lokal.
Alan Kurdi, kapal LSM Jerman Sea-Eye, terdampar di Mediterania selama lebih dari seminggu.
Para migran turun setelah pemerintah Italia mengizinkan kapal untuk berlabuh di Pelabuhan Taranto.
Setelah melalui pemeriksaan medis, para migran diserahkan kepada pihak berwenang.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri Italia mengatakan 21 migran akan tinggal di Italia, 60 lainnya akan diterima oleh Prancis dan Jerman, Portugal akan menampung lima, sementara Irlandia akan menerima dua orang.
Kapal itu bergabung dengan daftar panjang kapal penyelamat yang sering ditolak di perbatasan Eropa, terutama di bawah pemerintah Italia sebelumnya dan menteri dalam negeri dari sayap kanan.
Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), lebih dari 39.000 migran gelap dan pengungsi mencapai Eropa melalui jalur laut sejak awal 2019 dan sebanyak 840 tewas dalam perjalanan.
IOM mengatakan pada Januari bahwa setidaknya 30.500 migran tewas saat melakukan perjalanan berbahaya ke Eropa pada periode 2014-2018.