Muhammad Abdullah Azzam
18 Januari 2019•Update: 20 Januari 2019
Usame el-Gassani
YERUSALEM
Ketua Jaksa Penuntut Umum Israel Avichai Mandelblit menolak permohonan penundaan dakwaan kasus suap yang menimpa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hingga setelah pemilu berakhir.
Menurut berita dari harian Israel Yedioth Ahronoth, Mandelblit menanggapi permohonan pengacara Netanyahu melalui sebuah pernyataan tertulis, "Penyelidikan terkait kasus suap Perdana Menteri Netanyahu dimulai sebelum keputusan pemilu dimajukan, dakwaan kasus tersebut akan berlanjut sesuai rencana sebelumnya".
Mandelblit menuturkan dirinya tak akan menghalangi pemberian keputusan soal kasus suap yang menimpa Netanyahu pada periode sebelum pemilu ini.
Mandelblit mengatakan akan bertemu dengan Netanyahu minggu depan atas permintaan dari pengacaranya.
Pada 25 Desember kemarin, ketua-ketua partai koalisi pemerintah pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memutuskan akan menyelenggarakan pemilihan umum pada 9 April.
Sebelumnya pemilihan umum Israel akan diselenggarakan pada bulan November 2019.
Netanyahu telah menjadi subyek investigasi kriminal dalam sejumlah kasus korupsi berbeda. Dia telah berulang kali membantah melakukan kesalahan.
Pada Februari tahun lalu, polisi Israel mengajukan Netanyahu untuk didakwa atas dugaan korupsi, mengatakan bahwa saat ini sudah ada bukti yang cukup untuk secara resmi mendakwanya dalam dua kasus korupsi terpisah.
Kasus pertama melibatkan produser Hollywood asal Israel, Arnon Milchan, yang diduga diminta untuk membeli barang-barang mewah untuk Netanyahu dan istrinya.
Sedangkan kasus yang kedua berkaitan dengan dugaan kesepakatan -- sekali lagi untuk liputan media yang baik -- dengan Arnon Mozes, penerbit harian berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth.