Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 September 2019•Update: 30 September 2019
Hassan Isilow
JOHANNESBURG
Janda aktivis anti-apartheid Imam Abdullah Haron, yang terbunuh di penjara 50 tahun lalu, meninggal dunia setengah abad kemudian.
Galiema Haron meninggal dunia di CapeTown pada usia 93 tahun.
"Kami sedih mendengar berita meninggalnya istri mendiang Imam Haron, Galiema Haron. Kami salut atas semangat abadinya membesarkan anak-anak setelah kematian Imam Haron sebelum waktunya," kata kelompok Muslim Afrika Selatan Awqafsa melalui Twitter.
Galiema, yang meninggal pada Minggu pagi, dimakamkan pada sore hari di Pemakaman Muslim Mowbry, di mana almarhum suaminya dimakamkan pada 1969.
Bulan ini, Afrika Selatan mendeklarasikan kuburan Imam Abdullah Haron sebagai situs warisan provinsi sebagai bentuk pengakuan atas perjuangannya melawan apartheid.
Imam Haron adalah seorang ulama Muslim Afrika Selatan dan aktivis anti-apartheid yang dibunuh oleh petugas keamanan rezim apartheid karena menentang pemerintahan minoritas kulit putih yang menindas.
Warga Afrika Selatan pada Minggu beramai-ramai menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga Haron atas berpulangnya Galiema dan memanjatkan doa agar Tuhan memberi kekuatan kepada keluarganya.