15 September 2017•Update: 17 September 2017
Shuriah Niazi
NEW DELHI
Perdana Menteri India Narendra Modi dan PM Jepang Shinzo Abe meluncurkan proyek pengerjaan kereta peluru pertama India.
Kedua PM tersebut bertemu di rumah dinas Modi di Ahmedabad, Gujarat, untuk peletakkan batu pertama proyek Mumbai-Ahmedabad High Speed Rai sepanjang 508 kilometer.
"Kemitraan Jepang dan India adalah "spesial, strategis, dan global," kata Abe setelah peletakan batu.
Modi menyebut proyek kereta ini sebagai "hadiah besar" dari Jepang. "Saya mengucapkan selamat kepada rakyat India karena telah berani mengambil langkah besar untuk mewujudkan mimpi mereka akan kereta peluru," kata Modi.
Proyek ini merupakan kerja sama India Railways dan Shinkansen Technology, di mana Jepang mendanai sebagian dananya, yakni USD 17 miliar.
Kereta pertama diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2023, namun Modi mengatakan seharusnya peluncuran pertamanya dilaksanakan pada 15 Agustus 2022, yang bertepatan dengan perayaan 75 tahun kemerdekaan India.
Kereta ini diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh jalur Ahmedabad-Mumbai dari delapan jam menjadi dua jam dengan kecepatan rata-rata 250 km/jam (155 mph).
Lebih dari 22 juta penumpang menggunakan kereta api setiap harinya. Namun karena sudah tua dan juga perawatan yang buruk, sistemnya sering kali terganggu, hingga menyebabkan 590 kecelakaan dalam lima tahun terakhir.