Sibel Morrow
10 Mei 2022•Update: 11 Mei 2022
ANKARA
Jepang berencana untuk secara bertahap mengurangi ketergantungannya pada impor minyak dari Rusia, kata Menteri Perdagangan dan Industri Koichi Hagiuda seperti dikutip Kantor Berita Tass, Selasa.
Komentar Hagiuda muncul setelah negara-negara G7 mengatakan pada Minggu bahwa ketergantungan sumber daya energi Rusia akan dikurangi secara perlahan untuk melumpuhkan perdagangan minyak Rusia.
"Kami sekarang tidak dapat menolak untuk mengimpor minyak Rusia, tetapi kami siap untuk secara bertahap meninggalkan ketergantungan pada sumber daya energi Rusia, sambil mencari sumber pasokan alternatif," kata Hagiuda.
Perdana Menteri Fumio Kishida sebelumnya telah berbicara tentang keinginan Jepang untuk bergabung dengan negara-negara G7 lainnya dalam menghentikan impor minyak Rusia.
Hagiuda menegaskan pemerintah Jepang akan mengumumkan rincian waktu dan langkah-langkah spesifik untuk mengurangi pasokan energi dari Rusia.
Dia mengatakan pemerintah Jepang juga akan mempertimbangkan kepentingan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi Rusia.
Bulan lalu, Jepang mengumumkan rencana menghentikan impor batu baranya dari Rusia sambil mencari pemasok lain di tengah meningkatnya sanksi terhadap Moskow.
Jepang bergantung pada impor untuk hampir semua sumber daya energinya, meskipun merupakan konsumen energi terbesar kelima di dunia. Sekitar 3 persen dari total impor minyak Jepang berasal dari Rusia.