Astudestra Ajengrastrı
11 Juli 2018•Update: 12 Juli 2018
Ayhan Simsek
MUNICH, Jerman
Pengadilan Jerman menjatuhkan vonis seumur hidup kepada penganut neo-Nazi, Beate Zshaepe, pada Rabu atas pembunuhan dan serangan bom yang dilakukan National Socialist Underground (NSU) yang menargetkan imigran Turki.
Di Pengadilan Tinggi Wilayah Munich, Hakim Ketua Manfred Goetzl berkata Zschaepe terbukti bersalah karena menjadi anggota kelompok teroris dan terlibat dalam 10 pembunuhan dan dua serangan bom yang dilakukan oleh kelompok neo-Nazi tersebut.
Goetzl juga melarang pembebasan bersyarat sebelum wanita tersebut menjalani hukuman 15 tahun -- masa hukuman seumur hidup rata-rata di Jerman -- menekankan "kekejaman luar biasa atas kejahatan" yang dilakukannya.
Setelah periode tersebut dilewati, pengadilan pembebasan bersyarat akan memutuskan jika Zschaepe berhak mengajukan pembebasan.
Dalam kasus terorisme serupa, pengadilan pembebasan bersyarat Jerman memperpanjang hukuman penjara hingga 26 tahun.
Kelompok NSU misterius
National Socialist Underground (NSU) membunuh delapan imigran Turki, seorang warga negara Yunani dan seorang polisi wanita Jerman dalam kurun waktu 2000-2007, namun hingga kini kasus pembunuhan ini belum terselesaikan. Kelompok ini juga melakukan serangan bom yang menargetkan toko-toko yang dimiliki oleh para imigran di Cologne.
Selama lima tahun masa sidang, Zschaepe menyangkal keterlibatannya dalam pembunuhan dan serangan bom dan mencoba menyalahkan dua temannya yang bergabung dengan sel-sel teror sayap-kanan yang telah meninggal dunia.
Namun tim pengacaranya gagal memberikan bukti-bukti kuat untuk mematahkan tuduhan tersebut.
NSU baru muncul ke permukaan pada 2011, ketika dua anggotanya -- Uwe Mundlos and Uwe Bohnhardt -- tewas setelah melakukan perampokan bank yang berhasil digagalkan dan polisi menemukan senjata serta buku-buku ekstrim-kanan di apartemen mereka.
Zschaepe, anggota terakhir kelompok ini, tidak memberikan informasi baru tentang NSU, sehingga pertanyaan-pertanyaan penting terkait semua pembunuhan tersebut tak terjawab.
Dugaan rasisme yang dilembagakan
Skandal yang melingkupi kelompok neo-Nazi NSU menimbulkan tudingan rasisme yang dilembagakan di Jerman.
Sampai 2011, polisi dan badan intelijen Jerman mencoret motif rasis untuk seluruh pembunuhan tersebut dan malah memperlakukan keluarga korban seperti tersangka, dengan menanyakan dugaan hubungan para korban dengan kelompok mafia dan pengedar narkoba.
Meski pengungkapan baru-baru ini menunjukkan bahwa badan intelijen domestik Jerman memiliki lusinan informan yang memiliki kontak dengan tersangka NSU, para pejabat bersikeras bahwa mereka tidak memiliki informasi tentang sel-sel teror NSU dan orang-orang yang dicurigai dalam pembunuhan tersebut.