Maria Elisa Hospita
11 Juli 2019•Update: 11 Juli 2019
Ayhan Simsek
BERLIN
Jerman memberi isyarat akan bergabung dengan koalisi militer pimpinan Amerika Serikat untuk menyediakan jalur aman bagi pengiriman di sekitar Teluk Persia dan Yaman.
Dalam konferensi pers di Berlin, Kanselir Angela Merkel mengatakan bahwa perundingan masih berlangsung.
“Diskusi sedang berlangsung dan Jerman tentu saja akan berpartipasi dalam diskusi ini. Namun saya tidak bisa memberi tahu Anda apa pun saat ini, karena kami memang belum selesai berunding,” ujar Merkel.
Pada Selasa, AS mengumumkan rencananya untuk membentuk koalisi militer internasional demi melindungi perairan Iran dan Yaman, menyusul serangan atas dua kapal tanker pada Juni.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Joseph Dunford mengatakan bahwa dalam beberapa minggu ke depan, AS berencana mengidentifikasi negara mana yang memiliki "kemauan politik" untuk mendukung inisiatif ini.
Dia mengatakan pengawalan harus disediakan oleh negara-negara anggota koalisi yang mengibarkan bendera yang sama dengan kapal yang membutuhkan perlindungan.
AS juga akan menyediakan pengawasan intelijen untuk koordinasi antar kapal dan selama patroli.
Pada Juni, hubungan AS dan Iran memanas setelah dua kapal tanker minyak diserang di Selat Hormuz.
AS menuding Iran bertanggung jawab atas serangan itu dan menuduh mereka menghancurkan perangkat navigasi di perairan itu. Iran telah membantah kedua tuduhan tersebut.
Beberapa hari setelah itu, Iran menembak drone AS dan mengklaim AS telah melanggar wilayah udaranya.