Oliver Towfigh Nia
23 Januari 2023•Update: 25 Januari 2023
BERLIN
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman pada Senin mengutuk aksi pembakaran salinan Al-Quran di Swedia.
“Kami mengutuk aksi yang dilakukan selama akhir pekan. Itu tidak sopan dan sangat tidak pantas dan kami juga ragu bahwa tindakan ini mewakili pandangan mayoritas masyarakat Swedia,” kata Christian Wagner kepada perwakilan media di Berlin.
“Provokasi semacam ini dimaksudkan untuk memprovokasi perpecahan,” ujar dia merujuk pada tindakan Rasmus Paludan, pemimpin partai sayap kanan asal Denmark Stram Kurs (Garis Keras) yang berada di bawah perlindungan polisi dan mendapatkan izin dari pemerintah untuk membakar Al-Quran di sekitar Kedutaan Besar Turkiye di Stockholm pada Sabtu.
Kecaman terus mengalir dari seluruh dunia Arab dan Islam atas pembakaran salinan kitab suci Islam itu.
Kementerian Luar Negeri Turkiye mengutuk aksi pembakaran Al-Quran di Stockholm yang dikatakannya merupakan “serangan keji.”
"Kami mengutuk keras serangan keji terhadap kitab suci kami, Al-Quran, di Swedia hari ini (21 Januari), meski kami berulang kali telah memperingatkan sebelumnya," kata pernyataan kemlu Turkiye pada Sabtu.