Ayhan Simsek
07 Juli 2026•Update: 07 Juli 2026
NATO akan mengalokasikan bantuan senilai 140 miliar euro atau sekitar US$160 miliar untuk Ukraina hingga tahun depan. Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan komitmen tersebut menjadi sinyal kuat bahwa negara-negara pendukung Kyiv tetap solid dan tidak akan mengendurkan dukungannya di tengah perang dengan Rusia.
Wadephul menyampaikan pernyataan itu kepada radio Deutschlandfunk menjelang KTT NATO di Ankara, Selasa. Menurutnya, dana sebesar 140 miliar euro untuk tahun 2026 hingga tahun berikutnya akan sepenuhnya berasal dari kontribusi negara-negara Eropa dan Kanada.
"Ini akan menjadi sinyal dukungan yang sangat kuat bagi Ukraina," kata Wadephul.
Ia menilai perkembangan terbaru di medan perang menunjukkan Ukraina kini mampu melancarkan serangan yang lebih besar terhadap Rusia, yang menurutnya menjadi bukti bahwa dukungan Barat memberikan dampak nyata.
Wadephul menegaskan tekanan terhadap Rusia perlu terus ditingkatkan agar Moskow bersedia kembali ke meja perundingan.
Menurut dia, Eropa siap terlibat dalam proses negosiasi, sebagaimana telah ditegaskan Kanselir Jerman Friedrich Merz bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer saat pertemuan di London bulan lalu.
"Kini giliran Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memahami bahwa ia tidak akan memenangkan konflik ini di medan perang. Jalan yang tepat adalah melalui perundingan, dan kini saatnya mencari jalan kembali ke meja negosiasi," ujar Wadephul.