Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Februari 2019•Update: 16 Februari 2019
Ayhan Simsek
BERLIN
Jerman dan Prancis menyerukan pembentukan aliansi untuk multilateralisme di antara negara-negara yang mempunyai pemikiran yang sama untuk mempertahankan tatanan dunia berbasis aturan terhadap nasionalisme yang sedang tumbuh dan politik kekuasaan.
Dalam sebuah artikel yang ditulis bersama dan dimuat di surat kabar Suddeutsche Zeitung pada Kamis, para menteri luar negeri Jerman dan Prancis memperingatkan bahwa tatanan multilateral - di mana aliansi negara-negara mengejar tujuan bersama - sedang mengalami krisis yang paling parah sejak kemunculannya setelah Perang Dunia Kedua.
“Kami sangat percaya bahwa komitmen baru untuk multilateralisme, aliansi untuk multilateralisme, lebih penting dari sebelumnya, jika kita ingin menstabilkan tatanan dunia berbasis aturan untuk menegakkan prinsip-prinsip dan untuk mengadaptasinya terhadap tantangan baru jika diperlukan,” kata Heiko Maas dan rekan sejawatnya dari Prancis Jean-Yves Le Drian.
"Karena itu kami ingin membangun jaringan global negara-negara yang memiliki pemikiran sama yang yakin bahwa mengejar kepentingan nasional yang sah dan melindungi hak milik kolektif umat manusia sepenuhnya kompatibel, tidak saling eksklusif," tambah keduanya.
Maas dan Le Drian mengumumkan proposal mereka menjelang Konferensi Keamanan Munich ke-55 yang dimulai pada Jumat, di mana kedua menteri akan menyampaikan tanggapan tentang tantangan keamanan global dan kebijakan luar negeri.