Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Desember 2018•Update: 13 Desember 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Jerman pada Rabu menegaskan kembali bahwa pihaknya akan terus menangguhkan ekspor senjata ke Arab Saudi sampai kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi diklarifikasi.
Kanselir Angela Merkel mengatakan kepada anggota parlemen selama sidang parlemen bahwa saat ini tidak ada senjata yang diekspor Jerman ke Arab Saudi.
"Kami telah menerapkan kebijakan yang sangat ketat dalam perjanjian koalisi kami mengenai penjualan senjata ke Arab Saudi karena konflik Yaman," kata Merkel.
Dia mengacu pada kesepakatan koalisi yang ditandatangani pada Maret antara Partai Kristen Demokrat (CDU/CSU) dan Partai Sosial Demokrat (SPD).
"Sayangnya hanya sedikit mitra Eropa yang mengadopsi kebijakan serupa," ujar Merkel.
"Akan lebih baik jika kita juga bisa mencapai pendekatan umum Eropa dalam masalah sini," tambahnya.
Sang Kanselir juga berjanji untuk menutup celah dalam undang-undang Jerman, yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk melanjutkan ekspor persenjataan mereka, meskipun larangan telah diberlakukan oleh pemerintah.
Menyusul pembunuhan Jamal Khashoggi pada 2 Oktober di Konsulat Saudi di Istanbul, pemerintah Jerman mengumumkan bahwa mereka menghentikan semua ekspor senjatanya ke Arab Saudi.
Tetapi media lokal baru-baru ini melaporkan bahwa sebuah perusahaan pertahanan Jerman terkemuka menggunakan anak perusahaannya di Italia dan Afrika Selatan untuk melewati sistem kontrol ekspor dan meneruskan ekspor senjatanya ke Arab Saudi.