Muhammad Abdullah Azzam
15 Mei 2019•Update: 15 Mei 2019
Burak Karacaoğlu, Eşref Musa
IDLIB
Pesawat tempur Rezim Bashar al-Assad di Suriah melancarkan serangan udara ke sebuah pasar di distrik Jisr al-Shughur, zona de-eskalasi Idlib, sesaat menjelang buka puasa, Selasa kemarin.
Setidaknya lima warga sipil tewas dan 20 orang lainnya menderita luka-luka dalam serangan tersebut.
Menurut laporan dari sumber-sumber lokal, selain distrik Jisr al-Shughur, jet rezim Assad juga menghantam desa Al Kabina dan Tarmala di barat laut provinsi Idlib.
Pernyataan dari badan pertahanan sipil White Helmets membenarkan bahwa serangan udara yang menghantam sebuah pasar di distrik Jisr al-Shughur sesaat sebelum waktu iftar itu telah menewaskan lima sipil dan menlukai 20 warga lainnya.
Wilayah Idlib saat ini adalah zona demiliterisasi. Ini menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati wilayah, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi.