Maria Elisa Hospita
12 Agustus 2020•Update: 13 Agustus 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Calon presiden dari Partai Demokrat Amerika Serikat Joe Biden menunjuk Senator California Kamala Harris sebagai pasangannya dalam pemilihan umum mendatang.
Lewat Twitter, Biden mengungkapkan bahwa Harris adalah seorang pejuang pemberani bagi kaum minoritas dan salah satu pegawai negeri Amerika terbaik.
"Ketika Kamala menjabat sebagai Jaksa Agung, saya menyaksikan bagaimana dia membela dan menyelamatkan perempuan dan anak-anak dari berbagai pelecehan," cuit Biden.
"Saya bangga memiliki rekan seperti Kamala selama kampanye ini," imbuh dia.
Harris lahir di Oakland, California, dari pasangan imigran, Jamaika-India.
Dia menjadi perempuan kulit hitam dan Asia-Amerika pertama dalam sejarah AS yang dicalonkan sebagai calon wakil presiden.
"Saya yakin Biden mampu mempersatukan rakyat Amerika karena itulah yang dia lakukan sepanjang hidupnya. Saya optimistis dia akan membawa Amerika ke arah yang lebih baik. Saya merasa terhormat bisa bergabung dengannya," kata Harris.
Presiden Donald Trump, sementara itu, menanggapi berita tersebut dengan tuduhan bahwa Biden-Harris adalah pasangan radikal kiri.
Di sisi lain, mantan presiden AS Barack Obama mengelu-elukan keputusan Biden.
"Dengan memilih Senator Kamala Harris sebagai wakil presiden, Joe memiliki mitra yang ideal untuk membantunya mengatasi tantangan-tantangan nyata yang dihadapi Amerika sekarang dan di tahun-tahun mendatang," ujar Obama.