Maria Elisa Hospita
24 Juni 2020•Update: 24 Juni 2020
Burak Bir
ANKARA
Tumbuhan liar, sumber dari banyak produk penting untuk konsumsi manusia, akan menjadi fokus utama kampanye online FairWild Week karena spesies ini mengalami peningkatan permintaan yang pesat.
Menurut para pendukung konservasi, peningkatan permintaan flora liar dapat menimbulkan risiko ekologis dan sosial.
FairWild Week, yang diluncurkan pada 2017, merupakan kampanye daring tahunan yang digelar untuk meningkatkan kesadaran pentingnya perdagangan bahan-bahan tanaman liar yang berkelanjutan dan adil.
Kampanye tahun ini berlangsung pada 22-26 Juni dengan tema 'Mengapa Peduli Tumbuhan Liar?'
Emily King, pejabat ikatan bisnis di FairWild Foundation mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa keberadaan tanaman liar untuk alam dan kehidupan manusia tak tergantikan, sehingga perdagangan tanaman liar akan terus berlangsung.
Kepala Komunikasi Pengawas Perdagangan Satwa Liar TRAFFIC Richard Thomas mengatakan dunia flora tidak mendapat perhatian yang layak padahal keberlangsungan hidup mereka "sangat penting" bagi dunia.
"Pada akhirnya, semua kehidupan hewan di bumi sepenuhnya bergantung pada tanaman. Bahkan predator karnivora teratas - singa, harimau, dan jaguar - bergantung pada tanaman karena itulah yang dimakan oleh mangsa mereka," ujar Thomas.
Bahkan, lanjut dia, obat-obatan, makanan, kosmetik, dan produk kesehatan mengandung bahan tanaman yang dipanen secara liar.
Thomas pun menyoroti keberlangsungan hidup flora liar terancam karena ribuan spesies berisiko kehilangan habitat sebagai akibat dari bencana alam dan panen berlebihan.
"Jika tidak dikelola dengan baik, maka ini akan menjadi masalah konservasi yang serius," imbuh dia, merujuk pada laporan baru-baru ini yang menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 juga berdampak buruk bagi flora liar.
Dalam laporan berjudul "Perdagangan Kasat Mata" yang diterbitkan oleh TRAFFIC disebutkan bahwa spesies tanaman liar juga digunakan untuk mengobati pasien Covid-19 dan menghasilkan uang.
Oleh karena itu, Thomas menekankan bahwa TRAFFIC mendukung standar FairWild dan sistem sertifikasi FairWild terkait untuk memastikan keadilan dan kesetaraan dalam rantai pasokan untuk produk tanaman yang dipanen secara berkelanjutan.
Standar FairWild, sistem sertifikasi
Meningkatnya permintaan akan tanaman liar sebagai bahan makanan, kosmetik, dan produk obat-obatan merupakan tantangan ekologis dan sosial yang utama.
Emily King dari FairWild Foundation menjelaskan bahwa mata pencaharian para penjual tanaman liar juga terdampak karena sebagian besar dari mereka berasal dari kelompok yang hidup di bawah garis kemiskinan.
FairWild Foundation yang bekerja dengan mitra di seluruh dunia berupaya meningkatkan penggunaan tanaman liar yang berkelanjutan baik dalam perdagangan maupun panen liar melalui Standar FairWild dan sertifikasi FairWild.
"Kami mengelola FairWild Standard yang merupakan seperangkat pedoman untuk memastikan keberlangsungan hidup spesies tanaman liar di habitatnya. Sedangkan sertifikasi FairWild menunjukkan bahwa pembeli mengetahui mereka sedang berurusan dengan produk yang dipanen secara legal, etis, dan berkelanjutan,” jelas King.
Standar FairWild juga memiliki "aturan ketat" untuk pemasok mengenai aktivitas panen, sehingga pemanen bisa bekerja di bawah kondisi sesuai standar.
"Tumbuhan liar yang dipanen dan memenuhi persyaratan akan mendapat sertifikasi FairWild," tambah dia.
FairWild Week akan memberikan kesempatan dialog dengan konsumen tentang tanaman liar, sekaligus mendorong penerapan Standar FairWild oleh pemasok industri.
"Kami juga akan melibatkan publik dengan mengeksplorasi bahan-bahan tanaman liar yang kemungkinan ditemukan di lemari dapur setiap orang untuk menunjukkan relevansi tanaman liar dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami mengajak semua orang untuk bergabung dengan kami melakukan hal yang sama," kata dia lagi.