Ayhan Şimşek
16 Desember 2021•Update: 17 Desember 2021
BERLIN
Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Rabu memperingatkan Rusia bahwa mereka akan menanggung kerugian besar jika mencoba menyerang Ukraina.
Dalam pidato pertamanya di parlemen setelah dilantik sebagai kanselir baru Jerman, Scholz mengatakan negara-negara Eropa bersatu untuk mendukung kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina.
"Kami mengikuti situasi keamanan di perbatasan Rusia-Ukraina dengan sangat prihatin," kata dia kepada para anggota parlemen.
Kanselir mengatakan dirinya pada Rabu malam melakukan perjalanan ke Brussel untuk bergabung dengan para pemimpin Uni Eropa lainnya untuk membahas perkembangan terbaru di wilayah tersebut.
“Biarkan saya mengulangi apa yang dikatakan pendahulu saya,” kata Scholz, mengingat peringatan sebelumnya dari mantan Kanselir Angela Merkel ke Moskow.
“Setiap pelanggaran integritas teritorial akan memiliki konsekuensi, harga tinggi. Dan di sini kami akan berbicara dengan satu suara dengan mitra Eropa kami dan sekutu transatlantik kami, ”tambah dia.
Politisi Sosial Demokrat itu meminta Rusia untuk menahan diri dari eskalasi dan menegaskan kembali bahwa negara-negara Eropa siap untuk “dialog konstruktif” dengan Moskow.
Rusia baru-baru ini mengumpulkan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina.
Langkah itu telah memicu kekhawatiran di antara negara-negara Eropa bahwa Rusia dapat merencanakan serangan militer baru terhadap negara tetangga bekas Soviet itu.
Moskow berulang kali mengatakan bahwa mereka "tidak memiliki rencana untuk menyerang siapa pun" tetapi juga menyampaikan keprihatinan tentang prospek konflik besar-besaran di timur Ukraina.
Jerman dan sekutu Eropanya menuduh Rusia mencoba mengacaukan negara dengan memberikan dukungan militer kepada pasukan separatis di wilayah timur Ukraina.