Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 November 2018•Update: 05 November 2018
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Lembaga pendidikan, jalan dan pasar dibuka kembali pada Sabtu di seluruh negeri setelah pemerintah mencapai kesepakatan dengan kelompok keagamaan tadi malam, kata seorang pejabat.
"Protes telah dihentikan setelah pemerintah menerima tuntutan kami dan menandatangani perjanjian dengan partai kami" Peer Muhammad Afzal Qadri, Kepala Patron Tehreek-e-Labbaik Pakistan mengatakan kepada wartawan.
Kelompok-kelompok agama sepakat untuk menghentikan aksi protes menyusul jaminan pemerintah untuk menjatuhkan larangan perjalanan pada Aasia Bibi dan tidak ada keberatan untuk meninjau petisi terhadap putusan di pengadilan tinggi.
Pada Rabu, Mahkamah Agung membebaskan Aasia Bibi, seorang wanita Kristen, yang telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan distrik pada November 2010 karena penistaan terhadap Nabi Muhammad.
Para demonstran yang marah, terutama kelompok Sunni Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), memblokir jalan-jalan di ibu kota Islamabad dan kota-kota lain, termasuk Lahore, Karachi, Faisalabad, Multan, Peshawar, Quetta, Gujranwala, Gujrat, dan Sialkot, melumpuhkan kegiatan komersial, bisnis dan lalu lintas.
Pemerintah juga menutup semua lembaga pendidikan di seluruh negeri akibat pemblokiran jalan dan protes kekerasan.
Insiden kekerasan intermiten, termasuk pembakaran kendaraan dan pelemparan pasukan keamanan dengan batu dilaporkan terjadi di beberapa kota di media sosial, namun, tidak ada konfirmasi atas kekerasan yang dilaporkan.
Saluran berita tidak memberitakan aksi protes ini, menyusul perintah pemerintah untuk mendinginkan ketegangan yang memuncak.
Namun, perjanjian yang ditandatangani oleh menteri dan pemimpin TLP menyatakan bahwa pemerintah telah berjanji kepada kelompok keagamaan untuk membebaskan semua orang yang ditangkap oleh lembaga penegak hukum selama protes kekerasan di berbagai bagian negara.
Bibi telah ditempatkan di lokasi yang dirahasiakan untuk keselamatannya.
Saudara laki-lakinya, James Masih, mengatakan kepada harian lokal Inggris, Dawn, bahwa adiknya tidak punya pilihan lain selain meninggalkan negara itu dengan segera.
Prancis dan Spanyol telah menawarkan suaka kepada Bibi dan keluarganya.
Mencapai 3 persen dari total 210 juta penduduk, umat Kristen adalah salah satu dari dua minoritas terbesar di Pakistan.
Di Pakistan, penghujatan terhadap Islam atau Nabi Muhammad adalah tindak pidana yang dapat membawa hukuman mati.