01 Oktober 2017•Update: 02 Oktober 2017
Barry Ellsworth
TRENTON, Ontario
Kelompok anti-imigrasi dan anti-Muslim berhadapan dengan pemrotes yang
berseberangan dengan mereka di Ottawa, Sabtu, di sepanjang perbatasan Quebec di
mana ribuan pencari suaka menyeberang masuk ke Kanada sejak Januari lalu.
Protes berawal di Dewan Parlemen Ottawa, di mana beberapa anggota aliansi
sayap kanan yang menamakan diri Canadian Coalition of Concerned Citizens (CCCC)
melayangkan protes penolakan atas kebijakan
imigrasi Kanada.
Adu mulut kemudian terjadi antara CCCC dengan kelompok antifasis yang lebih
besar yang dikenal dengan nama antifa. Perang mulut bahkan diwarnai dengan
konfrontasi fisik, sehingga Kepolisian Kanada harus membentuk barisan pembatas
di antara kedua kelompok.
Aksi protes ini terjadi di titik perbatasan St-Bernard-de-Lacolle, Quebec, tempat di mana 13.000 pencari suaka memasuki Kanada tahun ini. Sebanyak 300 anggota Storm Alliance, kelompok anti-imigrasi, berkumpul untuk menolak kebijakan imigrasi Kanada. Kelompok anti-imigrasi dan anti-Muslim lain, Le Meute, yang berarti ‘Kawanan Serigala’, bergabung dengan Storm Alliance.
Tak lama, ratusan anggota antifa dari kelompok Solidarity Across Borders
tiba dengan bus, mereka melengkapi diri dengan masker gas dan perlengkapan
taktis, dan langsung membentuk benteng untuk memisahkan kedua kelompok
pemrotes, sementara perbatasan ditutup.
Goerges Hallak, pendiri CCCC dan patriot imigran Kristen dari Lebanon berkata,
organisasinya khawatir kaum Muslim akan menerapkan hukum Syariah di Kanada.
“Saya menghormati imigrasi 100%, selama orang-orang yang datang ke negara ini tidak memiliki catatan kriminal, tidak mengancam penduduk normal Kanada, dan bahwa mereka ke sini dengan niat untuk mematuhi hukum Kanada tanpa berusaha untuk mengubahnya sesuai kebutuhan mereka – kami bicara tentang hukum syariah, yang bertentangan dengan Konstitusi Kanada,” ujar Hallak kepada media Kanada.
Kelompok ini kalah jumlah dengan mereka yang memprotes CCCC. Banyak yang membawa spanduk dengan tulisan “Tolak ujaran kebencian” dan “Bersatu untuk melawan sayap kanan.”