Maria Elisa Hospita
14 Maret 2019•Update: 14 Maret 2019
Ayhan Simsek
BERLIN
Otoritas Jerman sedang menginvestigasi sejumlah kelompok yang diduga Neo-nazi setelah lebih dari 100 ancaman bom dan pembunuhan dikirim ke pengacara, politikus, dan institusi, dalam beberapa pekan terakhir.
Daily Suddeutsche Zeitung menyebutkan kejaksaan menyimpulkan bahwa ada kesamaan di antara surat elektronik ancaman yang baru-baru ini dikirim ke tokoh-tokoh dan lembaga-lembaga publik terkemuka di berbagai kota di Jerman.
Surat elektronik itu menggunakan kata-kata yang sama, ditandatangani dengan "Wehrmacht", "National Socialist Ofensive," atau "NSU 2.0", yang merujuk pada kelompok teroris National Socialist Underground (NSU).
Selama tahun 2000-2007, serangan kelompok bayangan NSU menewaskan 10 orang, termasuk delapan orang Turki, satu imigran Yunani, serta seorang perwira polisi.
Anggota parlemen Turki-Jerman Seda Basay-Yildiz, menerima berbagai ancaman pembunuhan dalam beberapa bulan terakhir lewat surel bertandatangan NSU 2.0.
Pada Desember, lima petugas polisi di Frankfurt dipecat karena dicurigai mencuri informasi pribadi Basay-Yildiz dari catatan polisi dan membagikannya dengan para ekstremis sayap kanan.