Dandy Koswaraputra
08 September 2018•Update: 09 September 2018
Ali Jawad dan Aref Yusuf
BAGHDAD
Tiga warga Irak tewas dan 50 lainnya luka-luka dalam unjuk rasa Jumat di provinsi selatan Basra, menurut kementerian kesehatan.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, juru bicara kementerian Seif al-Badr mengatakan bahwa mayoritas yang terluka adalah warga sipil.
"Dua polisi berada di antara mereka yang terluka dalam unjuk rasa hari Jumat," katanya.
Massa yang marah membakar konsulat Iran di Basra pada hari Jumat serta sejumlah gedung pemerintah, kata jurubicarai itu.
Haymen Bajalan, anggota Komisi Hak Asasi Manusia Irak, mengkritik penanganan pemerintah terhadap kerusuhan di Basra.
"Ada pengabaian pemerintah dan ketidakamanan di provinsi ini di tengah meningkatnya serangan terhadap properti publik dan swasta," kata dia.
Sebanyak 29 jumlah orang tewas sejak protes atas utilitas publik yang buruk dimulai di provinsi ini.
Sejak 9 Juli, provinsi-provinsi pusat dan selatan mayoritas Syiah Irak - terutama Basra - telah diguncang oleh protes untuk menuntut layanan publik yang lebih baik, lebih banyak kesempatan kerja dan diakhirinya korupsi pemerintah.