Gizem Nisa Demir, Muhammad Abdullah Azzam
27 Februari 2026•Update: 04 Maret 2026
ISTANBUL
Pakistan melancarkan serangan udara ke ibu kota Afghanistan, Kabul, serta dua provinsi lainnya pada Jumat (27/2) dini hari di tengah meningkatnya ketegangan lintas perbatasan, menurut pernyataan pemerintah di Kabul.
Serangan udara tersebut dikonfirmasi juru bicara pemerintah Afghanistan Zabihullah Mujahid, menyusul operasi balasan yang sebelumnya dilakukan pasukan Afghanistan terhadap Pakistan setelah serangan udara Islamabad pada Minggu lalu di wilayah Afghanistan yang dilaporkan menewaskan banyak orang.
Mujahid mengatakan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat serangan terbaru tersebut, meski sejumlah ledakan besar terdengar di Kabul berdasarkan laporan sumber setempat.
Informasi yang diperoleh menyebutkan beberapa ledakan terjadi di pusat kota sekitar pukul 02.30 waktu setempat.
Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan sedikitnya delapan tentara Afghanistan tewas dalam bentrokan perbatasan pada Kamis. Kabul juga mengklaim 55 tentara Pakistan tewas dalam pertempuran tersebut.
Sementara itu, Pakistan mengonfirmasi dua tentaranya tewas.
Kementerian Pertahanan Afghanistan kemudian mengumumkan berakhirnya operasi balasan selama empat jam terhadap posisi Pakistan di sepanjang Garis Durand pada tengah malam waktu setempat.
Pakistan konfirmasi operasi militer berlanjut
Juru bicara Perdana Menteri Pakistan untuk media asing, Mosharraf Zaidi, menyatakan serangan balasan Pakistan terhadap target di Afghanistan masih berlangsung hingga Jumat dini hari.
Ia mengatakan sebanyak 133 tentara Afghanistan tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka. Ia juga menyebutkan tambahan korban kemungkinan terjadi setelah serangan terhadap target militer di Kabul serta provinsi Paktia dan Kandahar.
Menurut Zaidi, sebanyak 27 pos militer Afghanistan dihancurkan dan sembilan lainnya dikuasai. Sejumlah fasilitas militer, termasuk dua markas korps, tiga markas brigade, depot amunisi, pangkalan logistik, serta markas batalion dan sektor, turut dihancurkan bersama lebih dari 80 tank, sistem artileri, dan kendaraan lapis baja.
Klaim dari kedua pihak tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.
Zaidi menegaskan respons Pakistan terhadap agresi akan terus berlanjut.
Menteri Pertahanan Pakistan Asif Khawaja menuduh pemerintah Afghanistan telah “mengubah Afghanistan menjadi koloni India” sejak penarikan pasukan NATO pada 2021.
Ia juga menuduh Kabul “mengekspor terorisme” dan menyatakan pemerintah Afghanistan telah merampas hak asasi dasar rakyatnya.
Hingga kini pemerintah Afghanistan belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.
Ketegangan lintas perbatasan meningkat
Serangan terbaru terjadi di tengah meningkatnya ketegangan lintas perbatasan antara kedua negara.
Ketegangan memuncak setelah serangan udara Pakistan pada Minggu lalu yang menurut Islamabad menewaskan 70 “teroris.” Namun pejabat Afghanistan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan adanya korban sipil, klaim yang dibantah Pakistan.
Hubungan kedua negara memburuk dalam beberapa bulan terakhir setelah Pakistan menuduh kelompok militan beroperasi dari wilayah Afghanistan, tudingan yang dibantah Kabul meski kontak diplomatik tetap berlangsung dalam upaya meredakan ketegangan.