Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
29 Desember 2019•Update: 30 Desember 2019
Hamdi Yildiz
LIBYA
Perusahaan minyak nasional Libya mengatakan sedang menghadapi ancaman penutupan karena bentrokan yang terjadi dekat kilang minyaknya di pelabuhan barat negara itu.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu, NOC mengatakan bahwa tiga bom menghantam lokasi dekat tangki penyimpanan minyaknya dalam 48 jam terakhir di pelabuhan Zawiya.
Kilang terbesar Libya di Zawiya terletak sekitar 49 kilometer dari Ibu Kota Tripoli.
Pada April, pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional, tetapi mereka sejauh ini terus menghadapi kegagalan.
Ankara dan Tripoli menandatangani dua MoU, yaitu tentang kerja sama militer dan tentang batas laut negara-negara di Mediterania Timur, pada 27 November.
Setelah kesepakatan kerja sama militer, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia juga akan mempertimbangkan untuk mengirim pasukan ke Libya jika GNA mengajukan permintaan.
Pada Kamis, Erdogan mengatakan bahwa mosi untuk dukungan militer ke Libya akan diajukan ke parlemen pada 8 atau 9 Januari karena Turki diundang oleh Libya.
Menteri Dalam Negeri Libya Fathi Bashagha mengatakan GNA akan secara resmi meminta bantuan militer dari Turki.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.