Maria Elisa Hospita
06 September 2018•Update: 06 September 2018
Alex Jensen
SEOUL
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali menyatakan kesediaannya untuk denuklirisasi.
Pihak Korea Selatan juga telah mengkonfirmasi tanggal pelaksanaan pertemuan antar-Korea ketiga tahun ini. Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan berada di Pyongyang pada 18-20 September.
Perkembangan itu dicapai setelah Kim bertemu dengan delegasi Korsel pada Rabu.
"Kim Jong-un menegaskan kembali komitmennya untuk menyelesaikan denuklirisasi Semenanjung Korea. Pemimpin Kim juga bersedia menjalin kerja sama, baik dengan Korea Selatan maupun Amerika Serikat terkait denuklirisasi," kata Utusan Khusus Chung Eui-yong yang memimpin delegasi Korsel, seperti dilansir oleh kantor berita Yonhap.
Baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Pyongyang lantaran Washington kesal dengan Pyongyang yang gagal menyetujui langkah-langkah yang bisa diverifikasi untuk denuklirisasi.
Meskipun begitu, pemimpin Korea Utara menegaskan bahwa dia telah menghancurkan satu-satunya tempat uji coba nuklir di negaranya.
Kim juga telah mengirim pesan ke AS melalui utusan Seoul yang berbunyi, "Kim berharap mengakhiri hubungan permusuhan Korea Utara-AS yang sudah berlangsung selama 70 tahun, serta mewujudkan denuklirisasi dengan meningkatkan hubungan Utara-AS selama kepemimpinan Trump."
Kantor berita KCNA menekankan pentingnya peningkatan hubungan antar-Korea dan mengapresiasi kesediaan delegasi Korsel untuk menyampaikan pesan Kim ke AS.